Bab 1
Kotak di Depan Pintu
Senin pagi, Ayu menemukan kotak kue di depan pintu Panti Wreda Kasih Bunda, tempat neneknya tinggal. Kotaknya putih polos, diikat pita hijau, dengan secarik kartu bertuliskan: Untuk yang selalu menunggu.
Isinya dua puluh potong kue lapis legit, cukup untuk semua penghuni panti. Tidak ada nama, tidak ada alamat.
"Ini sudah minggu keempat," kata Bu Suster sambil membagikan kue. "Selalu Senin, selalu pita hijau."
Ayu memotret kartu itu dan mengirimkannya ke grup bertiga. Dimas membalas dengan lima tanda seru. Bima membalas dengan pertanyaan: kuenya enak?
Sepulang sekolah, mereka berkumpul di warung es dawet langganan. Dimas sudah membawa buku catatan bersampul hitam yang ia sebut buku detektif.
"Kita pecahkan misteri ini," katanya serius. Bima mengangguk sambil menghabiskan es dawet kedua. Ayu tersenyum. Ia hanya ingin tahu siapa yang begitu baik kepada neneknya.