Bab 1
Kotak Kayu di Serambi
Di serambi Masjid Al-Hikmah ada sebuah kotak kayu kecil bertuliskan "Titip Doa". Setiap Kamis malam, ustazah membacakan beberapa doa tanpa nama, lalu jamaah mengaminkan bersama-sama.
Nadia sudah tiga tahun mengurus perpustakaan masjid. Ia hafal letak setiap buku, tetapi tidak pernah berani menitipkan doanya sendiri ke kotak itu.
Kamis itu ia memberanikan diri. Di kertas kecil berwarna biru, ia menulis: Ya Allah, mudahkan ibuku sembuh, dan jadikan aku anak yang cukup sabar merawatnya.
Ia memasukkan kertas itu cepat-cepat, lalu pura-pura sibuk merapikan rak tafsir.
Tidak jauh darinya, seorang lelaki muda berkemeja putih sedang mengisi buku tamu. Namanya Fikri, guru baru di madrasah sebelah. Ia juga membawa secarik kertas, berwarna biru juga, berisi doa untuk murid-muridnya yang akan ujian.
Ketika angin malam masuk dari pintu serambi, dua kertas biru itu jatuh dari meja dan tertukar tempat. Tidak ada yang melihat, kecuali seekor kucing masjid yang tidak bisa bercerita.