Bab 2
Doa yang Dibacakan
Ustazah Halimah membacakan doa-doa dengan suara lembut. Ketika sampai pada kertas biru, ia tersenyum. "Ya Allah, lancarkan ujian murid-muridku, dan jadikan aku guru yang cukup sabar menghadapi mereka."
Nadia mengernyit. Itu bukan doanya. Di seberang ruangan, Fikri juga mengernyit, karena doanya ternyata masih ada di saku kemejanya. Lalu kertas siapa yang ia masukkan?
Selepas kajian, Fikri menemukan kertas biru lain di dekat buku tamu. Ia membacanya dan langsung merasa bersalah, seperti membaca surat orang lain.
Ia tidak tahu siapa pemiliknya. Tetapi kalimat tentang ibu yang sakit itu menempel di kepalanya sepanjang jalan pulang.
Malam itu, untuk pertama kalinya, Fikri ikut mendoakan seorang ibu yang tidak ia kenal, dan seorang anak yang ingin cukup sabar.
Di rumahnya, Nadia membuka tas dan menemukan kertas biru yang bukan miliknya. Tulisannya rapi seperti tulisan guru. Ia tertawa kecil, lalu ikut mendoakan murid-murid yang tidak ia kenal.